Laman

Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2011

Ponsel Bisa Di-charge dengan Suara


ImageBaterai ponsel mulai habis? Isi ulang saja baterainya dengan berbicara kepada handset. Tak perlu repot lagi mencari stop kontak.
Ya, ponsel kehabisan baterai telah menjadi keluhan umum dalam kehidupan jaman sekarang. Hal ini tak jarang membuat si pengguna ponsel kesal. Namun sebuah penemuan baru tampaknya akan bisa menjadi solusi alternatif bagi masalah ini.
Dikutip detikINET dari Telegraph, Senin (9/5/2011), para insinyur di bidang elektro dari Sungkyunkwan University di Seoul, Korea Selatan, mengembangkan sebuah teknik baru yang bisa mengubah suara menjadi energi listrik. Jadi, baterai ponsel dapat di-charge atau diisi ulang saat si penggunanya tengah berbicara menggunakan ponsel itu.
Teknologi ini juga dapat memanfaatkan suara latar untuk mengisi ulang baterai saat tidak sedang digunakan. Dari mulai suara musik hingga kebisingan kendaraan bermotor, bisa menjadi energi untuk ponsel.
"Sejumlah pendekatan untuk 'mengais' energi dari lingkungan sekitar, semakin dikembangkan secara intensif," kata Dr Sang-Woo Kim, salah satu peneliti.
"Suara, yang selalu hadir dalam keseharian dan lingkungan kita masih diabaikan sebagai sumber energi. Hal ini lantas memotivasi kami untuk mewujudkan semacam pembangkit listrik yang mengubah suara dari percakapan, musik atau kebisingan menjadi energi listrik," paparnya.
Teknologi ini menggunakan seutas zinc oxide yang diselipkan di antara dua elektroda. Terdapat alat yang menyerap suara pada bagian atasnya dan akan bergetar saat ada suara yang diserapnya. Hal ini menyebabkan zinc oxide tertekan dan gerakan ini menghasilkan arus listrik yang bisa digunakan untuk mengisi ulang baterai ponsel.
Sejauh ini, temuan Dr Kim dan timnya itu dapat mengubah suara 100 decibel -- setara dengan kebisingan lalu lintas -- untuk menghasilkan 50 millivolt listrik.
Sumber: us.detikinet.com

Anak SD Ciptakan Gelas Khusus Tunanetra


Ternyata banyak anak yang kreatif di bidang sains, termasuk mereka yang duduk di bangku SD. Muhammad Ghulam Farras dan Nadya Almaas L yang menjadi finalis National Young Inovator Award (NYIA) ke-4 yang diadakan LIPI tahun ini salah satunya. Siswa SD Muhammadiyah Manyar, Gresik, tersebut membuat Gelas Braille, gelas khusus penderita tunanetra.
"Dengan gelas ini, orang buta bisa menuang air ke dalam gelas dengan lebih mudah. Tidak perlu takut gelasnya terlalu penuh. Kalau air sudah hampi penuh, maka gelas akan berbunyi. Orang buta pun bisa tahu kalau gelas sudah hampir penuh," kata Nadya saat ditemui Kompas.com dalam pameran produknya, Senin (3/10/2011), di Gedung LIPI, Jakarta.

Gelas Braille dibuat dengan komponen sederhana sehingga Nadya dan Ghulam pun bisa melakukannya. Komponen yang membuat gelas berbunyi diambil dari speaker boneka. Bagian ini dibuka, kemudian kutub positif dan negatifnya diidentifikasi, lalu disambungkan ke kawat besi menggunakan kabel.

Kawat besi punya lengkungan sehingga bisa disematkan di bibir gelas. Bagian bawah gelas lalu disambungkan dengan bahan karton ataupun plastik. Bagian speaker boneka ditempatkan di bawah bagian sambungan itu.

Dalam inovasi lebih lanjut, Nadya dan Ghulam mendesain agar speaker dan kawat bisa dilepas sehingga penderita tunanetra tak perlu membawa gelas ke mana-mana, cukup komponen speaker dan kawat pengaitnya saja.

Menuturkan awal mula pembuatan Gelas Braille, Nadya mengungkapkan, "Saya waktu itu baca buku tentang Louis Braile. Lalu, saya baca, orang buta sulit sekali untuk menuang air ke dalam gelas. Bayangkan kalau misalnya airnya terlalu penuh, lalu tumpah, orang butanya terpeleset dan gagar otak bagaimana? Lalu, saya buat gelas ini."

Ghulam mengatakan, butuh waktu hanya satu minggu untuk membuat gelas unik ini. Ia mengaku bahwa inovasi ini sudah memenangkan penghargaan lomba di tingkat Gresik sebelum diikutkan di kompetisi NYIA LIPI. Ghulam tidak menyangka inovasinya masuk babak final. Ia berharap, gelas ciptaannya benar-benar bisa membantu banyak penderita tunanetra.
Sumber: sains.kompas.com
Nel - Bleach